Sabtu, 29 Maret 2008

ANTARA OTAK SAPI DAN OTAK MANUSIA.

Ada yang aneh ketika kita melihat relaitas kehidupan yang sedang terjadi dalam masyarakat . ketika masyarakat dihadapkan dengan berbagai macam masalah yang menerpa sperti keterpurukan keuangan, keterbelakangan pekerjaan, mahalnya biaya pendidikan. Namun ada satu yang menbuat kita menjdi tertarik bahkan bisa menjadi prihatin ketika pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan harga susu yang itu notabenenya merupakan asupan gizi yang sangat dibutuhkan oleh bangsa indonesia khususnya balita dan generasi pemudan serta pemudi yang menjadi tumpuan harapan bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Susu merupakan salah satu kebutuhan yang dapat dikatakan pokok, sebab bagi sebuah bangsa yang sedang menbangun (dalam segala bidang) asupan gizi yang baik akan dapat menunjang perkembangan pola pikir dan tingkah laku masyarakatnya. Susu sangat penting sekali bagi para balita serta remaja dalam masa pertumbuhan, tifak hanya itu, susu juga penting bagi orang dewasa untuk memnuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya agar terjaga secara stabil.

Namun baru-baru ini pemerintah mengambil suatu kebijakan yang dapat dikatakan sangat memberatkan bagi masyarakat, khususnya kalangan ekonomi lemah denagn menaikkan haraga dasar susu. Alasan pemerintah melakuakan kebijakan itu dikarenakan para negara eksportir susu menaikkan harga dasar susu. Yang menjadi pertanyaan apa yang menjadi alasan untuk meanikakn haraga dasar susu?. Entah itu karena biaya produksi yang bertambah, biaya perawatan sapi yang mahal, atau karena alasan ekonomi saja yaneg menyebabkan harga susu menjadi naik, tapi yang pasti itu sangat merugikan bagi masyrakat Indonesia khususnyta.

Apalagi harga yang dinaikkan itu berkisar antara 20-50%, dimana alokasi kenaikkan haraga itu dikenakan pada susu balita. Nah ini yang menjadi permaslahan serius bagi bangsa kita. Disaat para balita begitu membutuhkan asupan gizi yang banyak, saat itu pula harga susu melambung tinggi. Secara sadar atau tidak masayarakat umumnya sangat dirugikan dengan kebijakan ini. Yang menjadi pokok permaslahan buakn pada keluarga yang mampu, namun lebih kepada keluarga yang tidaK mampu dalam anggaran untuk membeli susu.

Bagi keluaraga yang dapat diakatakan kelas ekonomi menengah keatas masalah itu tidak begitu merepotkan, apalagi ketika keluarga ini memiliki balita, itu bukan menjadi persoalan yang besar meskipun itu juga dapat dikatakan merugikan bagi keluaraga menengah keatas. Bagai keluara yang menengah kebawah, khususnya keluarga yang tidak mampu, dimana hidup ini bagi mereka hanya sekedar untuk dapat memnuhi kebutuha hidupnya sehari-harai, atau hanya untuk bagaimana mereka dapat makan hari ini, itu merupakan persoalan yang begitu rumit. Apalagi jika mereka memiliki balita yang sangat membutuhkan gizi yang lebih dalam masa pertumbuhan saat sekarang.

Sangat miris sekali ketika kita melihat realitas yang terjadi dimasyrakat, diamana mereka kekurangan gizi walaupun dulu harga susu belum naik, apalagi sekarang harganya sudah membumbung tinggi. Apa yang akan terjadi pada generasi kita selanjutnya yang pada dasarnya merupakan penerus bangsa ini dimasa depan jika Sumber Daya Manusianya kekurangan gizi. Apa yang dapat diperbuat jika penerusnya saja sudah tidak mampu untuk menjalankan ketertinggalan dalam segala bidang dibandingkan dengan bangsa lain. Yang terjadi mungkin kemunduran arus pemikiran maupun keterbelakangan dalam segala bidang.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan pemerintah maupun masyarakat dalam menyikapi hal ini. Kita tiak hanya memandang ini kesalahan pemerintah belaka, namun juga tanggung jawab masyarakat. Tapi untuk porsi yang lebih besar untuk mnerima tangung jawab ini adalah pemerintah selaku pengelola negara. Pemerintah seharusnya arif dan bijaksana dalam hal pengambilan kebijakan, apalagi menyangkut tentang kepentingan umum. Disaat masyarakat membutuhkan perhatian yang lebih, saat itu pola pemerintah harus meresponnya dengan benar, jangan hanya itu untuk kebijakan dan kepentingan pemerintah saja.

Dalam hal kenaiakn harga susu, pemerintah juga perlu mengambil langkah-langkah yang tepat sebelum menentukan kebijakan tersebut. Jika memang hal itu tidak dapat dihindari lagi, maka usahakan agar kenaikkan itu tidak membertakan masyarakat apalagi bagi keluarga yang tidak mampu. Atau, pemerintah dapat mengambil tindakan untuk pemeratan pendapatan bagi semua masyarakat, sehingga jika terjadi kenaiakan-kenaikan harag entah itu susu, sembako, bbm, maupun yang lainnya masyarakat tidak merasakan dampak kenaikkannya, sebab pendapatannya telah disesuaikan dengan kenaiakn harga tersebut. Atau pemerintah dapat menggalakkan pertumbuhan industri susu dalam negeri sendiri. Maksudnya ketika industri susu dalam negeri telah dapat memnuhi kebutuhan masyarakat maka tiadak peerlu mengiompor lagi dari negara lain, dan dapat menetapkan haraga sdendiri tanpa campur tangan pihak asing.

Hal ini harus diimbangi dengan kepedulian masyaraklat dalam membangun bangsanya sendiri. Dalam arti masyrakat juga harus mampu untuk melakukan pola hidup yang sederhana, bukan berarti miskin. Ini menuntut agar masyarakat tidak bersifat boros dalam pembiayaan hidupnya. Dalam hal kenaikan susu, masyarakat dapat mangambil solusi yaitu denagn mengganti susu sapi dengan susu kedelai, namun tidak berlaku bagi balita sebab mereka dalm kadaan pertumbuhan. Jadi yang perlu dilakukan adalah subsidi dari pemerintah yang dijalankan dengan benar baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri.



Gembling Bojinov.

MAHASISWA: FORMULASI PERUBAHAN

Soekarno pernah berkata dalam salah satu orasinya, dia mengatakan hanya butuh pemuda 10 orang saja agar dapat merubah dunia. Dia menjelaskan konsep tentang pemuda, bahwa pemuda itu harus peka terhadap setiap persoalan yang sedang melanda baik disekup kecil (lingkungannya) maupun disekup besar (negara). Pemuda yang dapat merubah dunia hanya terlahir jika dia mau dan mampu bekerja keras serta disiplin dalam mewujudkan setiap apa yang di cita-citakannya.

Percaya atau tidak, pernyataan diatas sampai sekarang masih relevan jika dihubungkan dengan perkembangan bangsa kita yang sedang dilanda berbagai macam masalah. Dari masalah kecil sampai dengan besar. Entah apa yang menjadi latar belakang betapa kompleksnya masalah yang mendera bangsa kita, ada yang berasal dari dalam maupun dari luar bangsa ini. Namun, jika kita hubungkan dengan perjalanan bangsa kita selama ini pemecahan persoalan tersebut tidak terlepas dari peranan Mahasiswa yang selalu dikatakan Agent Of Change.

Ketika ada pernyataan seperti itu, dimana Mahasiswa itu adalah agen perubahan dalam sebuah bangsa, apa sudah sesuai dengan julukan tersebut saat ini jika dilihat dari perkembangan pola pemikiran dari mahasiswa. Yang terjadi saat ini, malah terlihat pemikiran maupun tindakan Mahasiswa itu lebih cenderung mengalami kemunduran jika dibandingkan denngan pmikiran para Mahasiswa saat bangsa kita mengalami penjajahan secara fisik. Dapat dikatakan terjadi Missing Link pemikiran dari pendahulu kepada kita.

Apalagi moment seperti sekarang, dimana universitas-universitas baik swasta maupun negeri membuka pendaftaran kepada lulusan Sekolah Menengah Umum maupun Kejuruan untuk masuk menjadi Mahasiswa baru. Universitas-universitas tersebut berlomba-lomba untuk dapat memenuhi kuota penerimaan Mahasiswa baru, tidak terkecuali UNS. Apakah benar jika hanya mengejar kuantitas tanpa memikirkan kualitas dapat merubah keadaan bangsa yuang sudah compang camping seperti ini. Yang terjadi malah timbul berbagi macam masalah, baik dari pra mahsiswaw baru maupun dari pihak kampus selaku wadah untuk mendalami ilmu pengetahuan.

Permasalahan pertama yang timbual adalah saat para Mahasiswa baru dihadapkan dengan dunia baru yang sangat berbeda dengan dunia sekolah, para Mahasiswa baru dituntut untuk berpikir dan bertindak secara independent dan kritis. Hal tersebut apakah sudah diantisipasi oleh para Mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan barunya didunia perkuliahan. Pada masa transisi antara masa sekolah dan kuliah, persoalan yang diahadapi juga berbeda tingkatannya. Persoalannya tidak hany belajar dan menuntut ilmu saja, namun lebih kepada bagaimana Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmunya dalam ranmg merubah maupaun menata kembali bangsa ini.

Persoalan kedua timbul dari pihak universitas selaku wadah pendidikan. Universitas seharusnya memberi bekal kepada para Mahasiswa baru untuk bersosialaisasi dalam dunia kampus. Bagaimana pihak kampus dapat menjalin hubungan yang baik antara mahasiswa dengan pihak rektorat maupun dosen, juga tidak hanya mementingkan kuantitas namun lebih kepada kualitas Mahasiswa.

Dalam arti pihak kampus harus memberikan sesuatau yang lebih, tidak hany mata kuliah saja tapi sesuatau yang kongkrit seperti pembekalan Soft Skill maupun pengembangan mentalitas yang bekerja keras agar slogan Mahasiswa sebagai Agengt Of Change tidak hanya sekedar angan-angan.


Kamis, 27 Maret 2008

KESAKSIAN


Ketika gunung berguncang dengan dahsyatnya…

Ketika bumi menceritakan yang dialaminya…

Ketika laut telah memuntahkan airnya kedaratan…

Ketika langit telah terpecah belah…

Apa yang dapat dilakukan oleh manusia…

Yang banyak melakukan dosa…



Disaat mulut telah terbungkam…

Disaat hati telah tunduk…

Disaat tangan dan kaki berbicara…

Disaat mata, telinga dan semua anggota tubuh bersaksi…

Tentang semua yang telah dikerjakan manusia

Hanya amal baik atau buruk yang menemaninya…



Saat itu hanya ada rasa khawatir…

Saat itu hanya ada rasa takut…

Tiada rasa keberanian…

Tiada rasa kesombongan..

Manusia hanya menghadapi dua pilihan..

Masuk kesurga kebhagiaan…

Atau neraka penderitaan…


Mblink..

Realitas dan imajinasi

Setelah saya membaca sejenak apa yang telah ditulis teman kita Fauzi, saya jadi terpikir sesuatau yaitu tentang adanya realitas dan imjinasi. Mengutip kata dari Hegel, seorang filusuf Jerman yang berkata “kehidupan didunia ini terbentuk oleh dua hal yaitu fenomena dan numena”. Mengapa demikian, sebab semua kejadian yang dialami oleh manusia itu terbentuk atas realitas yang nampak (fenomena) maupun realitas yang yang tidak nampak yang disebut Numena.

Ketika manusia itu dihadapakan dengan realitas kehidupan maka tidak hanya otak kiri yang bekerja, melainkan otak kanan juga ikut berpikir tentang realitas tersebut. Di saat kerja otak kanan itu melebihi kerja otak kiri maka yang terjadi didalam diri manusia itu dalam menghadapi realitas itu adlah dengan munculnya banyak imajinasi yang melingkupi pikiran manusia. Seperti yang dijelaskan dalm workshop kemarin yang diadakan oleh kentingan tentang spiritual reading dan quantum writing. Dimana otak kanan itu lebih condong kedalam hal-hal yang bebas dan penuh imajinasi.

Begitu kita dihadapakan dalam masalah yang menerpa persma, terkhusus yang terjadi dikentingan maka kita tidak akan jauh dengan realitas maupun imajinasi yang ada dicrew kentingan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kita dapat melihat sudut pandang dari setiap crew tersebut, serta dapat memetakan pola pemikiran mereka yang didasarkan atas fenomena dan numena tadi. Kita dapat mengetahui apakah crew kentingan secara umum lebih bersifat imajinatif maupun realitif daalam hal ini. sampai saat ini saya belum dapat mengambil kesimpulan atas hipotesa saya, sebab sya belum melakukann penelitian yang lebih mendalam tenmtang maslah ini dengan mengambnil sample crew kentingan sendiri. Waduuh kok jadi ngomongin hipotesa, kayak skripsii aja… sory ya Bro.

Saya juga mengerti, bahwa sebuah persma itu adalah sebuah Lembaga penerbitan dimana didalamnya pasti ada yang diterbitkan, maupun sebuah produk baik itu majalah maupun bulletin. Begitu juga halnya yang ada di kentingan, seharusnya sebagai sebuah Lembaga pers ya setidaknya hal tersebut harus dipenuhi. Kita tidak ingin dengan nama persma ketika ditanya orang mana terbitannya? Apa yang harus kita jawab?. Yang pasti kita tetap harus berjuang dengan sepenuh hati untuk dapat mempertahankan apa yang telah menjadi identitas kita yaitu sebagai Lembaga penerbitan mahasiswa.

Namun saya juga tidak sepaham, ketika sebuah lembaga pers itu kegiatannya harus penerbitan dan penerbitan lagi. Kita harus menyadari bahwa penerbitan itu adalah hal pokok dalam sebuah persma, maksudnya adalah kebutuhan dari setiap persma tidak terkecuali kentingan. Masih banyak hal lain yang dapat di pelajari dalam sebuah Lembaga pers, tidak hanya berkutat dimaslah jurnalistik, meski itu adalah ikon tetap yang menempel setia didalam persma. Contoh sederhana ketika kentingan mengadakan acara Solo Membac 2007 yang baru berakhir beberapa waktu yang lalu. Itu dapat dijadikan sebuah pembelajaran bagi crew kentingan agar dapat menyelenggarakan sebuah kegiatan yang notabennya diluar penerbitan. Jadi intinya meskipun ada spesialisasi bidang dipersma yaitu jurnalistik, namun tidak menutup kemungkinan kita juga harus tahu hal-hal lain diluar bidang kita, itu dapat menambah pengalaman kita nanati ketika telah terjun langsung didunia kerja maupun dimasyarakat.



Penulis : Gembling Bojinov (kentingers)


FUCK OFF WITH LOVE

Indahnya untaian bunga dimusim semi

Tak seindah senyuman dibibirmu


Terangnya cahaya mentari menyinari bumi

Tiada terasa dibandingkan pancaran aura jiwamu


Sejuknya udara embun pagi dipagi hari

Tiada sesejuk ketika engkau melantunkan kata-kata kepadaku


Izinkanlah aku mengatakan satu hal kepadamu

Tentang apakah arti cinta itu


Cinta adalah sebuah kemunafikan dalam hidup

Cinta adalah kebutaan dalam hidup

Cinta adalah “FUCK OFF”…


fuck (friends you can keep)


FEARLESS OF LIFE

Manusia menjalani hidup ini telah ditakdirkan oleh tuhan. Semua sisi kehidupan manusia telah diatur dan di rencanakan oleh pencipta kita, entah itu mati, rezeki, senang, sedih, berani, takut, jodoh bahkan mati.

Setiap individu pasti merasakan apa yang dinamakan dengan selendang keberanian dan cambuk ketakutan. Dari lahir sampai nanti menemui ajal, kedua hal tersebut selalu mengiringi setiap insan kemanapun ia pergi dan dimanapun ia berada. Tinggal bagaimana kita menjalani hidup kita dengan penuh kesabaran serta keikhlasan.

Percayalah Tuhan itu tidak pernah memberi keberanian maupun ketakuatan sampai melampaui batas kemampuan manusia. Tuhan juga tidak pernah merasa bosan maupun lepas tanggung jawab terhadap hambanya. Hanya saja yang membuat tuhan jauh dari kita adalah diri kita sendiri yang telah melupakan maupun melalaikan kewajiban serta hak kita kepada Tuhan. Walaupun Tuhan telah diabaiakan oleh para umatnya, yakinlah Ia tidak merasa rugi sedikitpun, maupun merasa tidak senang, malahan ia tetap sayang serta perduli meskipun semua hambanya tidak ada yang sayang dan perduli kepadanya.

Ketakutan dalam menghadapi sesuatu akan membuat diri kita semakin tenggelam dalam perasaan kita yang selalu merasa bahwa diri ini tidak mampu dalam hal apapun. Itu hanya akan mematikan kreatifitas yang telah kita pupuk semenjak dari kecil. Namun terkadang jangan melihat hanya dari satu sisi saja, kadang ketakuatan dalam hidup akan memacu adrenalin maupun kreatifitas kita dalam menyelesaikan masalah maupun dalam menjalani kehidupan.

Apapun bentuk dari ketakuatan tersebut, cobalah hadapi dan jalani ketakuatan itu dengan perasaan santai dan senang, maka yang terjadi ketakuatan itu akan merasa takut sendiri dengan diri kita yang telah siap menghadapi segala bentuk ketakutan.


Gemblink Bojinov


Tulis tanggapan temen-temen tentang ketakutan dalam hidup?


DUA HARI YANG TERUKIR INDAH

judul diatas mungkin tepat untuk mewakili perassan ku saat ini. dua hari yang membuat aku merasa senang, bahagia dan semua perasaan baik lainnya berkumpul menjadi satu. dua hari yang serasa membawa ku kedalam sejarah indah dalam hidupku. dua hari yang membuat aku merasa masih memiliki sesuatu yang selama ini aku cari dan aku dambakan. dua hari yang sulit bagiku untuk melupakannya. dua hari yang terukir indah dalam kehidupanku.


dua hari yang mungkin terulang lagi dihari0hari yang lain atau Dua hari terakhir dan tidak akan terulang kembali. dua hari yang membuat aku akan tetap menunggu sampai entah kapan dan hanyu waktu yang dapat menjawabnya. dua hari yang seakan mewakili perasaan ku untuk kuungkapakan padamu. dua hari yang membawaku menelusuri hari0hari indah, menjalani baik dan buruknya kehidupan bersama. Dua Hari, Dua Hari dan Dua Hari.


dua hari yang mengingatkan seluruh hal dalam diri ini. dua hari tanpa ada rasa sedih, takut dan khawatir. dua hari yang membuat jantung ini berdetak kencang seakan ingin keluar dari dlam tubuh. DUA HARI YANG TAK TERLUPAKAN.


Jumat, 21 Maret 2008

badai pasti berlalu

mengutip judul film, gw cuma pengen cerita sedikit mengenai bencana-bencana yang sedang mendera Negara kita. dalam buku rasionalitas kehidupan dijelaskan bahwa semua hal yang termaktub dalm kehidupan harus dipikirkan secara rasoinal. tidak melulu pasrah kepada nasib.

dimulai dari banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi seakan menghinggapi bangsa ini. ap yang terjadi dengan bangsa ini, apakah itu murka tuhan, atau hanya siklus alam . pertanyaan-pertanyaan seperti ni sehrusnya dipikir secara rasonal, tidak harus di kembalikan kepada sang pencipta kita. benar memang, pecipta alam semesta ini telah menggariskan seluruh garis mkehidupan daranah alam semesta, dia juga telah menakdirkan bahwa segala sesuatunya harus dijalankan sesuai hukumnya. tapi, kita sebagai manusia sehrusnya berusaha melaksanannya maupun harus mengantisipasi dengan segala dayas dan upaya yang kita miliki. terkadang rasonalitas dan imaji saling bertentangan, namun tidak salah jika kita memikirkannya secara akal

mungkin kesalahan menmdasar yang diperbuat bangs kita adalah mengabaikan dan merusak habitat hiodupnya. mereka tidak sadar bahwa alam merupakan sebuah anugerah yang harus dijaga kelestariannya. memangh tanggung jawab terbesar ada ditangan manusioa, m,anusialah yang menyebabkan megapa bencana terus-menerus melanda. seharusnya kita mulai sadar dengan diri sendiri, kata-kata AA Gym, dimulai dari kita, dimulai dsari yang kecil.. Solusi nya tidak ditangan siapa-aiapa, namun lebih kepada kita mampu, mau, dan wajib menjaga kelestarian alam..

MARI KITA MENJAGA ALAM INI AGAR LESTARI DAN ALAMI HINNG CUCU_CUCU KITA ataU HINGGA SAAT DUNIA INI MENGGALAMI KEHANCURAN ATAS PERINTAH PENCIPTA KITA

CIVILITATION

Peradaban merupakan karya monumental dari manusia. Hasil dari cipta, rasa dan karsa yang dituangkan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Karya-karya tersebut dapat digolongkan kedalam dua bentuk. Pertama bentuk secara abstrak, yang kedua bentuk secara nyata. Di lihat dari bentuknya abstrak maupun nyata. Bentuk-bentuk abstrak dari peradaban manusia dapat dilihat dari system nilai masyarakat pendukungnya, sistem nilai tersebut bersifat abstrak sehingga hanya dapat dilaksanakan berdasarkan kondisi psikologis masyarakat. Contohnya dapat berupa norma-norma, aturan-aturan adat yang dianut masyarakat. Bentuk-bentuk nyata dari hasil peradaban manusia dapat dilihat dari bentuk bangunan seperti candi, arsitektur bangunan. Dapat juga dilihat dari peninggalan-peninggalan seperti artefak, museum dan lain sebagainya. Maka dapat diasumsikan bahwa peradaban itu akan menuju kedalam dua arah, yang pertama menuju kearah perkembangan dan yang kedua menuju arah siklus atau selalu berputar mengikuti pola siklus kehidupan.

Peradaban merupakan puncak tertinggi dari kebudayaan manusia, maka pola perkembangannya selalu mengikuti pola dinamisasi dari masyarakat pendukungnya. Dari semenjak munculnya peradaban di dunia, manusia selalu berupaya untuk dapat bertahan hidup. Maka dengan segala cara dia akan mempertahankan rasnya agar tidak punah. Atas dasar inilah mengapa arah dari peradaban manusia digolongkan menjuadi dua arah. Yang pertama menuju kearah perkembangan. Diakatakan demikian sebab, timbulnya perkembangan pemikiran dari manusia, ada tiga tahapan perkembangan pemikiran yaitu Metafisis, Theologi dan berkembangan menjadi rasionalitas. Tahap dari pemikiran metafisis manusia itu dimulai ketika manusia percaya bahawa alam dan seisinyaitu diliputi kekuatan besar diluar jangkauan manusia, oleh karenanya mereka percaya ada kekuatan lain yang melingkupi kehidupan manusia, dapat berupa tumbuh-tumbuhan, hewan, planet, langit, matahari, bulan dal lainnya.

Setelah beberapa periode muncul pemikiran baru yang berkembang didalam benak manusia. Pemikiran tersebut menuju kearah theologi atau keyakinan. Manusia yakin dengan adanya penguasa diluar kekuasaannya. Maka muncul adanya dinamisme, animisme sebelum munculnya konsep Monotheisme yang mengarah kepada agama. Setelah manusia yakin tentang adanya agama, pola pemikiran manusia mengalami perkembangan menuju kearah rasionalitas. Manusia menjadi yakin bahwa segala sesuatu di dunia ini dapat dijelaskan dengan sebuah rasionalitas pemikiran. Konsep ini muncul ketika terjadinya zaman Renaicance (zaman pencerahan).

Pola menuju kearah perkembangan diasumsikan bahwa manusia dalam menjalani hidupnya akan selalu di hadapkan oleh berbagai macam tantangan. Tantangan-tantangan tersebut menyebabkan manusia selalu mengembangkan pemikirannya. Hal ini memungkinkan adanya penalaran secara rasional dalam menjelaskan kejadian alam maupun kejadian-kejadian diluar akal pikiran manusia.

Meskipun demikian, alam bawah sadar akan selalu mengiringi rasionalitas pemikiran manusia. Alam bawah sadar akan membawa manusia kedalam berbagai macam imajinasi yang tersembunyi dalm kehidupan. Jika bawah sadar dan rasionalitas digabungkan akan membentuk pola baru pemikiran manusia. Pemikiran yang membentuk alur baru dalam pemikiran. Namanya mungkin saja pemikiran rasional yang imajiner.

WANITA

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki
yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa
Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab
aku wanita”. “Aku tak mengerti” kata si
anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan
memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak
akan pernah mengerti….”

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya.
“Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu
menangis tanpa sebab yang jelas”. sang
ayah menjawab, “Semua wanita memang
sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu
jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh
menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya,
mengapa wanita menangis. Hingga pada
suatu malam, ia bermimpi dan bertanya
kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita
mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan
menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku
membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan
seluruh beban dunia dan isinya, walaupun
juga bahu itu harus cukup nyaman dan
lembut untuk menahan kepala bayi yang
sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat
melahirkan dan mengeluarkan bayi dari
rahimnya, walau kerap berulangkali ia
menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan yang akan
membuatnya tetap bertahan, pantang
menyerah saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk
merawat keluarganya walau letih, walau
sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.


Kuberikan wanita, perasaan peka dan
kasih sayang untuk mencintai semua
anaknya dalam kondisi dan situasi
apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu
melukai perasaan dan hatinya. Perasaan
ini pula yang akan memberikan kehangatan
pada bayi-bayi yang mengantuk menahan
lelap. Sentuhan inilah yang akan
memberikan kenyamanan saat didekap
dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk
membimbing suaminya melalui masa-masa
sulit dan menjadi pelindung baginya.
Sebab bukannya tulang rusuk yang
melindungi setiap hati dan jantung agar
tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan
kemampuan untuk memberikan pengertian
dan menyadarkan bahwa suami yang baik
adalah yang tak pernah melukai istrinya.
Walau seringkali pula kebijaksanaan itu
akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami agar tetap
berdiri sejajar, saling melengkapi dan
saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar
dapat mencurahkan perasaannya. Inilah
yang khusus Kuberikan kepada wanita,
agar dapat digunakan kapan pun ia
inginkan. Hanya inilah kelemahan yang
dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air
mata ini adalah air mata kehidupan”.


Penulis Mblink…

KERINDUAN PADAMU

Aku sering..
Mencaci maki teman
Mengkhianati sahabat
Merendahkan saudara
Melawan orangtua
Melanggar perintahNya

Aku tahu..
Bahwa aku harus bertobat padaMu
Bahwa aku harus memohon ampun pada orangtuaku
Bahwa aku harus meminta maaf pada saudara, sahabat bahkan semua temanku

Tapi aku tiada henti berpikir
Kenapa salah yang sama selalu aku lakukan
Lagi..lagi..dan lagi..

Aku mengerti..
Hidup ini bagaikan lingkaran
Tapi aku tidak tahu lingkaran mana yg kan kukelilingi
Kecil kah atau besar kah
Sungguh tiada yang tahu kecuali Dia,
Allah lah Yang Maha Tahu

Aku rindukan jiwa ini
Yang masih terlelap dalam mimpi
Kapan diri kan terbangun dan berlari
Meninggalkan salah ini

Dan aku ingin seperti pendaki
Yang membuka peta
Mencari jalan ke puncak sunyi
Mengharap dan merasakan
Kehadiran Illahi
Dalam setiap hembusan nafasku
Dalam setiap langkahku
Dalam setiap perbuatanku


Selasa, 18 Maret 2008

Salam Kenal from me

ahkirnya telah terbit juga blog Gw, maklum gw agak gaptek gitu... awalan pertama mesti perkenalan dulu, baiknya seperti itu.

mengutip kata-kata seorang penulis, "menulis adalah sebuah pekerjaan yang menyenangkan bila kita melakukannya secara rutin". dengan berdasarkan kepada itu maka mulai saat ini biasakan kita menulis dan terus menulis,

gitu aja dulu salam perkenalan dari Gw, tunggu tulisan-tulisan gw selanjutnya..

Salam dari Gemblink...